Rindu Daeng Mattawang Pada Daeng Serang



PANRITAKITTA' - Memang betul apa yang dikatakan Dilan  ke Milea, "rindu itu berat, biar aku saja yang mananggungnya." melalui sambungan telpon yang digunankannya untuk menghubungi kekasihnya di setiap saat.

Demikian diceritakan dalam film 'Dilan 1997' yang pemeran utamanya adalah Iqbal Ramadhan dan Vanessa Prescilla.

Beda lagi kerinduan seorang Ayah Lintang terhadap tempat asalnya. Namanya Dimas Suryo. Ayahnya ini merupakan eks tahanan politik yang harus menghabiskan hidupnya di negara orang, Prancis.

Kerinduan terhadap tanah air membuat mulutnya melakukan  sumpah serapah. Katanya, "jika aku mati maka ingin rasanya dikuburkan ditempat dimana ia dilahirankan". Cerita ini ditulis oleh Laila S Chudori dengan judul "Pulang". 

Dan ada lagi cara rindu yang lain. Seperti Alimunda terhadap Kliwon. Ia bersumpah saat keberangkatan Kliwon ke Batavia untuk melanjutkan studinya, bahwa dia tidak akan melepaskan keperawanannya selama bukan dia yang meretasnya.

Hingga pada akhirnya Alimunda menikah dengan Sang Jendral bernama Shudancho. Tapi meski sudah menikah, kerinduannya pada Kliwon menguatkannya hingga tetap menjaga keperawanannya sampai bertahun-bertahun.

Mungkin ini semacam kerinduan terhadap kekasih yang dicintai agar ia hanya berhubungan badan dengan kekasihnya. Seperti dikisahkan di buku novel "Cantik Itu Luka" karya  Eka Kurniawan.

Sementara pada kumpulan cerita pendek dari karya Kasman McTutu, "Adikku Daeng Serang" salah satu judul cerpen yang juga dijadikan judul buku itu mengisahkan kerinduan seorang kakak terhadap adiknya.

'Saudara' yang terakhir bertemu sejak adanya perjanjian Bongaya--tiga bulan lamanya. Sebuah kisah sejarah lokal Bugis-Makassar yang dibangun dengan naratif kekinian. 

Bila bagi Milea, sehari saja tak bertemu terasa hampa; bagi Alimunda dan Kliwon tiga tahun lebih lama lagi; bagi Dimas Surya juga demikian waktu yang cukup lama dengan segudang penderitaan dan kerinduan itu terbayarkan dengan kematian. 

Rasanya, sedetik tak mendengar suara orang yang kita rindukan maka hati kita akan gemetar dan cemas.

Begitulah juga yang dirasakan I Mallongbasi Daeng Mattawang terhadap adiknya, Daeng Serang yang pernah hidup bersama di bawah asuhan Karaeng Pattingalloang.

Sehingga itulah kemudian sang kakak ini mengungkapkan kata yang begitu dalam, "Mengapa baru menemuiku sekarang. Tidakkah Engkau rindu dengan Kakakmu ini?"

Sebuah tanya getir, berapa pisah dan rentang jarak membuat rindu berurat-berakar kukuh dalam jiwa yang terjalin kukuh.

Tulisan ini merupakan resensi atas buku Judul: Adikku Daeng Serang | Penulis: Kasman McTutu | Penerbit: Penerbit Pakalawaki | Cetakan: Pertama, Marer 2021 | Halaman:  | ISBN:

Ahmad Abdul Basyir - Penakluk Bara, Penikmat Sastra.

Posting Komentar

Komentar Anda (0)

Lebih baru Lebih lama